Soul

Menag: Umat Beragama Harus Jadi Perekat Sosial dan Penjaga Moral Bangsa

Sigi (KABARIN) - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran umat beragama dalam menjaga moralitas publik sekaligus memperkuat persatuan dan kohesi sosial di Indonesia.

“Jadi, dalam konteks kehidupan berbangsa kerja sama adalah fondasi utama, tidak ada kemajuan tanpa kolaborasi dan tidak ada kesejahteraan tanpa kebersamaan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, legislatif, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun negeri ini,” kata Nasaruddin saat ditemui di Sigi, Senin.

Ia menilai tantangan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kemampuan beradaptasi, inovasi, serta konsistensi dalam memegang nilai-nilai luhur bangsa.

Menurutnya, umat beragama tidak hanya memiliki tanggung jawab internal dalam komunitasnya masing-masing, tetapi juga peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Umat beragama memiliki tanggung jawab yang besar bukan hanya lingkup internal, tetapi juga dalam menjaga harmoni sosial,” ucapnya.

Nasaruddin menekankan bahwa toleransi bukan sekadar sikap pasif dalam menerima perbedaan, melainkan sikap aktif untuk saling menghormati, melindungi, dan bekerja sama di tengah keberagaman.

“Saya sering menyampaikan bahwa toleransi bukan menyamakan sesuatu yang berbeda, bukan pula membedakan yang sama. Biarkan yang berbeda itu berbeda dan yang sama kita biarkan sama, tetapi kita hidup dalam perbedaan penuh keindahan seperti pelaksanaan perayaan Ibadah Paskah Nasional V tahun 2026,” sebutnya.

Ia juga menyebut toleransi sebagai kekuatan sosial yang menjadi dasar penting dalam memperkuat persatuan dan membangun masa depan bangsa.

Menurutnya, Indonesia merupakan rumah besar bersama yang berdiri di atas fondasi Pancasila dan UUD 1945 yang menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

“Saya ingin menegaskan bahwa Indonesia adalah rumah besar bagi kita semua, rumah yang dibangun di atas fondasi pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa dalam kehidupan berbangsa tidak boleh ada ruang bagi intoleransi, diskriminasi, maupun perpecahan.

“Kita harus memastikan bahwa setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang agama, suku atau golongan merasa aman, dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sehingga saya mengajak seluruh umat Kristiani, khususnya yang mengikuti Paskah Nasional V untuk terus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, jadilah pembawa agama dan pelopor persatuan,” ujarnya.

Pewarta: Moh Salam
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: